Dampak game terhadap psikologis anak
Seiring perkembangan zaman, kehidupan kita tak lepas dari yang namanya teknologi. Teknologi telah membantu manusia
dalam segala hal, salah satunya sebagai media penghilang stress
contohnya yaitu game. Game banyak diminati dari berbagai usia, mulai dari
anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Di samping fungsinya sebagai media
untuk penghilang
stress,
game online berdampak pada psikologis penggunanya, terutama bagi anak anak.
Akio
Mori seorang professor dari Tokyo’s Nihon University melakukan riset mengenai
dampak video game pada aktifitas otak.Dari penelitian Akio Mori tersebut dapat
disimpulkan bahwa terdapat point penting yaitu Pertama , penurunan aktivitas
gelombang otak depan yang memiliki peranan sangat penting, dengan pengendalian
emosi dan agresivitas sehingga mereka cepat mengalami perubahan mood, seperti
mudah marah, mengalami masalah dalam hubungan sosial, tidak konsentrasi dan
lain sebagainya.
Game dapat menyebabkan kecanduan bagi pemainnya. Kecanduan game ini
memiliki dampak bagi psikologis anak. Jika anak bermain game dengan bijak,
tentu tidak akan memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap
perkembangan anak, bahkan menurut Sampurno, game dapat menjadi ajang melatih konsentrasi dan
menurut Poetoe, menyebutkan bahwa
game dapat membuat anak mahir menggunakan komputer, yang menjadi masalah adalah
dampak game yang membuat anak menjadi kecanduan karena setelah anak kecanduan
bermain game anak dapat menghabiskan sebagian besar waktunya di depan komputer/laptop
sehingga menurut pandangan psikologi hal ini dapat menghambat perkembangan
sosial anak karena menurut A.N,
game
akan mengurangi aktivitas positif yang seharusnya dijalani oleh anak pada usia
perkembangan mereka. Anak yang mengalami ketergantungan pada aktivitas games, akan mengurangi waktu belajar dan waktu untuk
bersosialisasi dengan teman sebaya mereka. Jika ini berlangsung terus menerus
dalam waktu lama, di pekirakan anak akan menarik diri pada pergaulan sosial,
tidak peka dengan lingkungan, bahkan bisa membentuk kepribadian asosial, dimana
anak tidak mempunyai kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sosialnya.
Melihat dampak negatif yang ditimbulkan oleh game pada anak, tentunya
diperlukan solusi untuk mengurangi bahkan menanggulangi dampak negatif
tersebut. Orang tua perlu memberi perhatian dan menciptakan komunikasi yang
baik antar orang tua dan anak karena tak jarang anak bermain game karena merasa
kesepian di rumah. Orang tua perlu
memberikan pengertian pada anak bahwa game bertujuan hanya untuk sebagai
pengisi waktu luang, bukan sebagai prioritas. :D (y)
Demikian karangan singkat yang bisa saya paparkan. mohon maaf bila banyak kekurangan.
