Kamis, 09 Juli 2015

Dampak game terhadap psikologis anak





Seiring perkembangan zaman, kehidupan kita tak lepas dari yang namanya teknologi. Teknologi telah membantu manusia dalam segala hal, salah satunya sebagai media penghilang stress contohnya yaitu game. Game banyak diminati dari berbagai usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Di samping fungsinya sebagai media untuk penghilang stress, game online berdampak pada psikologis penggunanya, terutama bagi anak anak.

Akio Mori seorang professor dari Tokyo’s Nihon University melakukan riset mengenai dampak video game pada aktifitas otak.Dari penelitian Akio Mori tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat point penting yaitu Pertama , penurunan aktivitas gelombang otak depan yang memiliki peranan sangat penting, dengan pengendalian emosi dan agresivitas sehingga mereka cepat mengalami perubahan mood, seperti mudah marah, mengalami masalah dalam hubungan sosial, tidak konsentrasi dan lain sebagainya.

Game dapat menyebabkan kecanduan bagi pemainnya. Kecanduan game ini memiliki dampak bagi psikologis anak. Jika anak bermain game dengan bijak, tentu tidak akan memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap perkembangan anak, bahkan menurut Sampurno, game dapat menjadi ajang melatih konsentrasi dan menurut Poetoe, menyebutkan bahwa game dapat membuat anak mahir menggunakan komputer, yang menjadi masalah adalah dampak game yang membuat anak menjadi kecanduan karena setelah anak kecanduan bermain game anak dapat menghabiskan sebagian besar waktunya di depan komputer/laptop sehingga menurut pandangan psikologi hal ini dapat menghambat perkembangan sosial anak karena menurut A.N, game akan mengurangi aktivitas positif yang seharusnya dijalani oleh anak pada usia perkembangan mereka. Anak yang mengalami ketergantungan pada aktivitas games, akan mengurangi waktu belajar dan waktu untuk bersosialisasi dengan teman sebaya mereka. Jika ini berlangsung terus menerus dalam waktu lama, di pekirakan anak akan menarik diri pada pergaulan sosial, tidak peka dengan lingkungan, bahkan bisa membentuk kepribadian asosial, dimana anak tidak mempunyai kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sosialnya.
Melihat dampak negatif yang ditimbulkan oleh game pada anak, tentunya diperlukan solusi untuk mengurangi bahkan menanggulangi dampak negatif tersebut. Orang tua perlu memberi perhatian dan menciptakan komunikasi yang baik antar orang tua dan anak karena tak jarang anak bermain game karena merasa kesepian di rumah. Orang tua perlu memberikan pengertian pada anak bahwa game bertujuan hanya untuk sebagai pengisi waktu luang, bukan sebagai prioritas. :D (y)

Demikian karangan singkat yang bisa saya paparkan. mohon maaf bila banyak kekurangan.